SMPN 2 Pangkah Selenggarakan Outing Class Kolaboratif ke Museum Situs Semedo
Suasana belajar di SMP Negeri 2 Pangkah tampak berbeda pekan ini. Sebanyak ratusan siswa kelas VII dan IX turut serta dalam kegiatan Outing Class yang inovatif ke Museum Situs Semedo, Kabupaten Tegal. Kegiatan ini dirancang sebagai implementasi kurikulum dalam format kokurikuler kolaborasi inkuiri yang melibatkan lima mata pelajaran inti: IPA, IPS, Informatika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.
Kunjungan yang berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai dari Selasa (28/10) hingga Jumat (31/10) 2025, ini menjadi sarana belajar yang humanis dan mendalam, mengajak para siswa untuk tidak hanya menghafal teori, tetapi juga merasakan dan menggali langsung makna dari warisan peradaban.
Agar proses pembelajaran berjalan efektif dan mendalam, kegiatan dibagi menjadi empat kloter keberangkatan, mencerminkan komitmen sekolah terhadap kualitas pengalaman belajar siswa:
-
Selasa, 28 Oktober 2025: Kloter 1 (Kelas VII A - VII E)
-
Rabu, 29 Oktober 2025: Kloter 2 (Kelas VII F - VII J)
-
Kamis, 30 Oktober 2025: Kloter 3 (Kelas IX A - IX E)
-
Jumat, 31 Oktober 2025: Kloter 4 (Kelas IX F - IX J)
Kepala Sekolah, dalam sambutannya sebelum keberangkatan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk "Pembelajar Abad 21 yang Berkarakter". "Museum Semedo menyimpan jutaan tahun sejarah di tanah Tegal. Melalui fosil dan artefak yang tersimpan, kita tidak hanya belajar IPA tentang evolusi atau IPS tentang peradaban, tetapi juga belajar menghargai jejak leluhur. Inilah esensi pembelajaran yang humanis—menghubungkan masa lalu dengan masa depan kita," ujarnya.
Di Museum Semedo, siswa tidak sekadar melihat koleksi. Mereka diberikan penugasan inkuiri yang terintegrasi:
-
IPA & IPS: Mengamati dan menganalisis fosil purba (manusia dan fauna) untuk memahami proses geologi dan perkembangan kehidupan masa lalu (Evolusi dan Konteks Sejarah).
-
Bahasa Inggris & Bahasa Indonesia: Mencatat temuan penting, menyusun laporan eksploratif (teks deskripsi/laporan hasil observasi), dan bahkan membuat narasi singkat (dalam Bahasa Inggris) untuk mempromosikan sejarah situs.
-
Informatika: Mendokumentasikan perjalanan, mengolah data observasi, dan mempresentasikan hasil temuan mereka menggunakan media digital, menjadikan kisah masa lalu dapat diakses oleh khalayak modern.
Para guru pendamping terlihat antusias membimbing siswa, mendorong mereka mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan mencari jawaban secara mandiri. "Kami ingin mereka merasa terhubung, bahwa ilmu pengetahuan itu hidup, nyata, dan sangat dekat dengan kehidupan kita," kata salah satu guru koordinator.
Kunjungan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta empati terhadap warisan budaya dan alam. Pengalaman langsung melihat sisa-sisa peradaban purba di Museum Semedo telah memberikan perspektif baru bagi para siswa.
Kegiatan Outing Class ini adalah bukti nyata komitmen SMP Negeri 2 Pangkah dalam menyajikan pendidikan yang holistik dan bermakna, memastikan setiap langkah siswa dalam menimba ilmu juga membentuk karakter mereka menjadi insan yang peduli dan berwawasan luas.
Saksikan terus perkembangan proyek kolaborasi inkuiri ini melalui laporan hasil karya siswa di media sosial Sekolah kami!
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Tim Basket Putri SMP N 2 Pangkah Sabet Gelar Runner-Up Kejurkab Tegal 2025
Tim bola basket putri SMP Negeri 2 Pangkah menorehkan prestasi gemilang dengan berhasil meraih Juara 2 dalam ajang bergengsi Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bola Basket Tegal tahun 2025.
SMP Negeri 2 Pangkah Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera
Bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatera telah meninggalkan duka mendalam bagi saudara-saudara kita. Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan implementasi nilai-nilai k
Terima Kasih, Sang Teladan: Pelepasan Ibu Dra. Korijah, Guru IPS SMPN 2 Pangkah
Keluarga besar SMP Negeri 2 Pangkah hari ini menyelenggarakan acara pelepasan purna tugas yang penuh haru bagi salah satu guru terbaik kami, Ibu Dra. Korijah. Beliau secara resmi memasu
